Khutbah & Kajian · Seri 9
Seorang bayi yang lahir tidak akan pernah bisa kembali ke rahim ibunya — begitu pula hidup kita, terus bergerak maju menuju satu titik yang pasti: kematian.
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Amma ba'du, jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, kehidupan manusia bergerak satu arah — dari alam ruh, alam rahim, alam dunia, lalu alam barzakh, hingga alam akhirat. Tidak ada yang bisa kembali, sebagaimana bayi yang telah lahir tidak akan pernah kembali ke rahim ibunya. Allah Ta'ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
"Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian."
(QS. Ali 'Imran: 185)
Dan Nabi ﷺ bersabda:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَادِمِ اللَّذَّاتِ
"Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (yaitu kematian)."
(HR. Tirmidzi)
Tidak ada jaminan umur panjang, maka kewajiban kita adalah bertaubat dan memperbaiki amal sejak sekarang — bukan menunggu tua atau sakit.
Kematian Lewat Sakit dan Kematian Mendadak
Sebagian orang wafat setelah sakit, sebagian lagi wafat secara mendadak. Tentang yang pertama, Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang Muslim ditimpa kelelahan atau sakit... melainkan Allah menghapus dosa-dosanya" (HR. Bukhari) — sakit adalah kesempatan untuk memperbanyak taubat dan istigfar, bukan alasan untuk melonggarkan shalat. Tentang yang kedua, Nabi ﷺ bersabda, "Kematian mendadak adalah kejutan yang keras" (HR. Ahmad) — kematian tanpa sempat bertaubat, tanpa sempat berwasiat, melalui serangan jantung, kecelakaan, atau musibah lainnya. Kedua bentuk ini mengajarkan hal yang sama: dunia ini rapuh, dan setiap hari harus kita jalani seakan-akan hari terakhir.
Husnul Khatimah dan Su'ul Khatimah
Ada hamba yang wafat dalam keadaan taat — sujud, membaca Al-Qur'an, atau sedang berdakwah. Nabi ﷺ bersabda:
يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَىٰ مَا مَاتَ عَلَيْهِ
"Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai keadaan ketika dia mati."
(HR. Muslim)
Namun ada pula yang wafat dalam maksiat — mati membawa dendam, mati saat menantang Allah. Na'udzubillah. Berhati-hatilah, jangan sampai kita keluar rumah menuju tempat yang Allah haramkan, lalu kematian datang di tengah jalan sebelum sempat kembali. Allah berfirman:
وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
"Dan infakkanlah sebagian dari apa yang Kami rezekikan kepada kalian, sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kalian, lalu ia berkata: 'Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan aku sedikit waktu lagi, agar aku dapat bersedekah dan aku menjadi termasuk orang-orang yang shalih.'"
(QS. Al-Munafiqun: 10)
Ayat ini menunjukkan penyesalan terbesar seorang hamba: kematian datang sebelum ia sempat bertaubat, sementara pintu kembali sudah tertutup. Siapa yang hidup dengan menjaga shalat dan menjauhi maksiat, besar harapannya Allah tutup hidupnya dalam ketaatan pula.
نَفَعَنِي اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ
— khatib duduk sejenak —
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ مَنْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ
Jamaah Jumat rahimakumullah, mari kita tutup dengan satu kaidah besar yang menjadi fondasi seluruh pembahasan tadi. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
"Amalan itu bergantung pada akhirnya (penutupnya)."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menjelaskan kaidah ini dengan ringkas:
جَزَاءُ مَنْ يَعِيشُ عَلَى الطَّاعَةِ الْخَاتِمَةُ بِهَا
"Balasan orang yang hidup dalam ketaatan adalah ditutup hidupnya dengan ketaatan pula."
(Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah)
Cara hidup menentukan cara mati, dan cara mati itulah yang kelak menentukan cara kita dibangkitkan dari kubur.
Doa-Doa
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ حُسْنَ الْخَاتِمَةِ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سُوءِ الْخَاتِمَةِ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيمَهَا
"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu husnul khatimah dan berlindung dari su'ul khatimah, dan jadikanlah sebaik-baik amal kami adalah penutupnya."
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka."
(QS. Al-Baqarah: 201)
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Komentar
Posting Komentar