Khutbah & Kajian · Seri 11:Do'a (2/2)
Ada doa yang diangkat tangannya tinggi-tinggi, tapi makanan di perutnya dari yang haram — bagaimana mungkin doa semacam itu akan Allah kabulkan?
Khutbah Pertama
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيْرًا
عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
Amma ba'du, jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, pekan lalu kita telah membahas adab-adab berdoa. Namun jamaah sekalian, sudah beradab pun kadang doa terasa belum terkabul. Mengapa? Karena ada penghalang-penghalang yang sering tidak kita sadari.
Penghalang Pertama: Harta yang Haram
Rasulullah ﷺ menceritakan tentang seorang musafir yang rambutnya kusut dan berdebu, mengangkat tangan ke langit seraya berdoa, "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dibesarkan dengan yang haram pula — maka bagaimanakah doanya akan dikabulkan? (HR. Muslim no. 1015). Padahal dalam hadits lain, doa musafir termasuk yang mustajab — andai saja ia bersih dari yang haram.
Penghalang Kedua: Hati yang Lalai
Rasulullah ﷺ bersabda:
ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
"Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai."
(HR. Tirmidzi)
Penghalang Ketiga: Tergesa-Gesa dan Putus Asa
Sikap ingin segera dikabulkan, hingga merasa Allah tidak lagi mendengar doanya, adalah penghalang lain yang mesti kita jauhi — sebab putus asa dari rahmat Allah sendiri termasuk perkara yang dilarang.
Jamaah yang dimuliakan Allah, tiga penghalang inilah yang sering membuat doa kita seperti menembus dinding: makanan yang tidak bersih, hati yang tidak hadir, dan kesabaran yang tidak cukup panjang. Perbaiki ketiganya, dan insya Allah doa kita akan lebih ringan menembus langit.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
— khatib duduk sejenak —
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
Waktu-Waktu Mustajab dan Doa untuk Saudara
Jamaah yang dimuliakan Allah, di antara waktu terbaik untuk berdoa: saat sujud, sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, hari Jumat terutama setelah Ashar, dan saat hujan turun. Manfaatkanlah momen-momen ini.
Selain itu, salah satu doa yang mustajab adalah mendoakan saudara kita tanpa sepengetahuannya. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
"Tidaklah seorang muslim mendoakan kebaikan bagi saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, 'Dan bagimu juga kebaikan yang sama.'"
(HR. Muslim)
Doa-Doa
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا وَأَرْزَاقَنَا مِنَ الْحَرَامِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَذْكُرُونَكَ بِقُلُوبٍ حَاضِرَةٍ لَا غَافِلَةٍ، وَارْزُقْنَا الصَّبْرَ حَتَّىٰ يَأْتِيَ فَرَجُكَ
"Ya Allah, sucikanlah hati dan rezeki kami dari yang haram, jadikanlah kami termasuk orang yang mengingat-Mu dengan hati yang hadir, bukan lalai, dan karuniakanlah kesabaran hingga datang pertolongan-Mu."
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari azab neraka."
(QS. Al-Baqarah: 201)
عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Komentar
Posting Komentar